Jakarta, Business Asia – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) resmi meresmikan Grha AAJI dalam acara Grand Launching yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun AAJI ke-24. Peresmian ini menjadi penegasan komitmen industri asuransi jiwa Indonesia dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, serta kolaborasi industri sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang.
Acara peresmian dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono, jajaran OJK, pimpinan asosiasi perasuransian, serta para CEO dan pimpinan sumber daya manusia perusahaan anggota AAJI. Kehadiran sekitar 200 peserta mencerminkan komitmen bersama industri untuk menjadikan Grha AAJI sebagai rumah kolaborasi dan penguatan ekosistem asuransi jiwa nasional.
Dalam kesempatan tersebut, OJK menyampaikan apresiasi atas inisiatif AAJI dalam menghadirkan Grha AAJI sebagai fasilitas strategis industri. Ogi Prastomiyono menegaskan bahwa transformasi industri perasuransian membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
“Transformasi industri perasuransian harus ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan. Regulasi yang kuat perlu berjalan beriringan dengan komitmen industri dalam membangun kualitas manusianya,” ujar Ogi.
Ogi menambahkan, di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan industri, peran asosiasi menjadi semakin strategis sebagai penggerak peningkatan kualitas industri secara kolektif.
“Keberadaan Grha AAJI kami pandang sebagai langkah konkret dan strategis. Grha AAJI diharapkan dapat berkembang sebagai Center of Excellence, yaitu pusat pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri asuransi,” lanjutnya.
Menurut OJK, penguatan kompetensi dan tata kelola industri pada akhirnya bermuara pada penguatan kepercayaan publik.
“Kepercayaan publik merupakan aset paling berharga bagi industri asuransi. Kepercayaan hanya dapat dibangun melalui tata kelola yang baik, transparansi, serta komitmen yang konsisten dalam melindungi hak dan kepentingan pemegang polis,” tegas Ogi.
Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI sekaligus Ketua Tim Pembangunan Grha AAJI, Albertus Wiroyo, menyampaikan bahwa pembangunan Grha AAJI merupakan hasil dari perjalanan panjang dan kerja kolektif industri sejak 2019.
“Grha AAJI dibangun bukan sekadar sebagai gedung fisik, tetapi sebagai rumah bersama industri dan simbol komitmen jangka panjang untuk memperkuat kualitas serta keberlanjutan industri asuransi jiwa,” ujar Albertus.
Gedung Grha AAJI dengan luas bangunan sekitar ±4.204 meter persegi dirancang sebagai fasilitas modern yang mendukung pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi industri, sekaligus menjadi pusat aktivitas strategis AAJI.
Sementara itu, Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Handojo G. Kusuma, menegaskan bahwa Grha AAJI melalui AAJI Industry University dirancang untuk menjalankan fungsi Center of Excellence industri asuransi jiwa Indonesia.
“AAJI Industry University di Grha AAJI kami rancang bukan sebagai pusat pelatihan konvensional, melainkan sebagai Center of Excellence yang membangun ekosistem pembelajaran dan pengembangan kompetensi industri secara terstandar, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Handojo.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi berbasis KKNI dan SKKNI, yang diperkaya dengan praktik terbaik serta benchmark internasional, menjadi landasan utama agar pertumbuhan industri selalu sejalan dengan peningkatan kualitas SDM dan perlindungan konsumen.
Melalui peresmian Grha AAJI, AAJI menegaskan perannya tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai mitra strategis regulator dalam mendorong praktik industri yang sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Ke depan, Grha AAJI diharapkan menjadi rumah bersama industri untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memperkuat perlindungan finansial yang berkelanjutan bagi Indonesia.











