Businessasia.co.id— Tahun 2026 digadang-gadang menjadi era percepatan besar dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI), data, serta cara manusia membangun perangkat lunak. Gopi Duddi, Chief Technology Officer (CTO) Couchbase, memaparkan empat prediksi utama yang akan membentuk arah industri teknologi global dalam satu tahun ke depan. Mulai dari ledakan pemanfaatan data tidak terstruktur hingga menjamurnya pemrograman berbasis bahasa alami, prediksi ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana perusahaan harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar yang segera datang.
- Data Tidak Terstruktur Menjadi “Emas Baru” yang Siap Ditambang
Menurut Gopi, 2026 akan menjadi tahun ketika perusahaan akhirnya mampu memanfaatkan kekayaan data tidak terstruktur yang selama ini tersimpan dan tidak digunakan. Perkembangan AI agents yang mampu berjalan terus-menerus akan membuka potensi baru dalam mengekstrak wawasan dari Slack, email, dokumen internal, hingga percakapan sehari-hari.
Perubahan besar lainnya adalah semakin umumnya penggunaan JSON sebagai format data. Dengan sifatnya yang fleksibel, mudah dibaca, dan mudah diproses oleh mesin, JSON akan menjadi standar penting dalam pemrosesan data modern—terutama untuk aplikasi berbasis AI yang membutuhkan vectorization dan context-rich retrieval.
Gopi menekankan bahwa perusahaan yang memiliki fondasi kuat dalam mengelola data tidak terstruktur akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.
- Bahasa Inggris Menjadi Bahasa Pemrograman Berikutnya
Salah satu prediksi paling menarik adalah transformasi cara manusia membangun perangkat lunak. Gopi menyebut bahwa pemrograman akan makin bergeser ke arah bahasa alami, terutama bahasa Inggris. Instruksi yang sebelumnya harus ditulis dalam sintaks ketat kini cukup disampaikan dalam bentuk conversational prompts. Konsekuensinya?
- Lebih banyak orang dapat “menulis program”, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang teknis.
- Volume data tidak terstruktur akan meningkat pesat seiring semakin banyaknya interaksi berbasis bahasa alami.
- Platform data harus mampu menyimpan input bahasa alami dan bekerja dengan pengguna domain seperti dokter, analis bisnis, atau manajer operasional.
Sementara coder tradisional akan tetap dibutuhkan untuk membangun ulang sistem inti yang kompleks, developer generasi baru akan memanfaatkan natural language programming untuk mengotomatisasi lebih banyak pekerjaan.
- Konsumsi Daya Menjadi Metrik Penting dalam Pemrograman
Dalam prediksi ketiganya, Gopi menyoroti isu yang jarang dibahas yaitu energi. Di tengah meningkatnya penggunaan data dan AI, sistem komputasi semakin boros daya. Karena itu, konsumsi energi akan menjadi metrik kinerja utama yang diperhitungkan oleh pengembang. Parameter optimasi tidak lagi hanya soal CPU atau memori, tetapi juga:
- seberapa banyak energi yang dikonsumsi aplikasi,
- seberapa efisien setiap proses data, dan
- di wilayah mana aplikasi dieksekusi (karena biaya daya berbeda-beda).
Hal ini membuka peluang baru untuk platform data yang mampu menggerakkan workloads secara cerdas antar-nodes guna menekan biaya energi. Perusahaan yang dapat menyesuaikan lokasi komputasinya akan lebih unggul dalam efisiensi biaya dan keberlanjutan.
- AI di Edge Menjadi Kunci Keandalan dan Keselamatan Sistem
Ketergantungan penuh pada cloud kini dianggap berisiko. Dalam prediksi terakhirnya, Gopi menjelaskan bahwa perangkat edge—mulai dari perangkat ritel hingga sensor industri—akan menjadi lebih kuat dan mampu menjalankan pemrosesan AI secara lokal. Dengan meningkatnya pemrosesan di edge, perusahaan dapat:
- mengurangi ketergantungan pada konektivitas internet,
- menjaga layanan tetap berjalan saat jaringan pusat gagal,
- meningkatkan uptime untuk layanan kritis,
- mengurangi risiko kegagalan operasional seperti yang pernah dialami jaringan ritel global.
Prediksi ini sangat relevan bagi sektor-sektor yang mengandalkan operasi real-time seperti logistik, ritel, layanan kesehatan, dan layanan darurat. Dalam lingkungan seperti itu, downtime bukan sekadar gangguan—tetapi dapat berdampak pada keselamatan atau kerugian finansial yang besar.
Siapkan Fondasi Teknologi Anda untuk 2026
Prediksi Gopi Duddi menggambarkan satu pesan penting, dunia perangkat lunak dan AI akan berubah semakin cepat, dan perusahaan yang ingin tetap relevan harus membangun fondasi data, arsitektur edge, dan strategi energi yang kuat mulai hari ini.
Dari pemrograman berbasis bahasa alami, optimalisasi daya, hingga AI pada edge—semuanya menunjukkan bahwa 2026 akan menjadi tahun ketika cara kita menulis kode, menyimpan data, dan membangun aplikasi akan berubah lebih cepat dari sebelumnya.
Perusahaan di Indonesia dan global yang siap beradaptasi akan menjadi pemain terkuat dalam era baru ini.











