Businessasia.co.id– Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui lini Investment Management-nya menegaskan peran aktifnya sebagai pemain besar di pasar modal Indonesia. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan pihaknya telah rutin melakukan injeksi modal ke bursa saham sejak Desember 2025 dan akan terus melanjutkannya secara masif pada pekan depan.
Langkah ini diambil untuk memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa pemerintah melalui Danantara hadir sebagai partisipan aktif guna menjaga stabilitas dan nilai investasi di Tanah Air.
“Kita sudah dari akhir Desember sudah mulai berinvestasi, sudah nambah setiap hari kita investasi, termasuk di tiga hari terakhir di minggu ini kita setiap hari berinvestasi melalui manajer investasi-manajer investasi yang sudah kami tunjuk,” ujar Pandu di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Pandu mengungkapkan komitmen besar Danantara pada 2026, dengan sekitar 50 persen dari total pendanaan lembaga ini akan dialokasikan ke pasar modal (public market), dengan prioritas utama pada aset-aset di dalam negeri.
Meskipun memiliki mandat untuk bisa berinvestasi di luar negeri, Danantara menegaskan keberpihakannya pada ekonomi Indonesia karena melihat adanya nilai yang sangat menarik pada bisnis-bisnis di dalam negeri saat ini. “Minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal. Karena menurut kami there is good value di ekonomi Indonesia berjalan dengan baik. Besok kita jam 9 pagi kan sudah buka pasar. We are active participant in the market,” ujarnya.
Hadirnya Danantara sebagai investor institusi yang ‘haus’ akan saham-saham berkualitas diharapkan mampu menjadi penopang IHSG saat pembukaan pasar Senin pagi, sekaligus meredam kekhawatiran pasca-gejolak di pekan sebelumnya.
Dalam enam bulan ke depan, Danantara memilih strategi investasi tidak langsung dengan menunjuk sejumlah Manajer Investasi (MI). Pandu menjelaskan cara ini diambil untuk menarik minat pemain pasar lainnya (crowd in) agar ikut aktif bertransaksi, sekaligus menjaga profesionalisme pengelolaan dana.
Terkait kriteria saham yang dibidik, Danantara memberikan mandat ketat kepada para MI untuk hanya menyasar saham-saham dengan fundamental sehat dan likuiditas tinggi. Pandu menambahkan, faktor pertumbuhan (good growth) dan arus kas (cash flow) yang kuat menjadi syarat mutlak agar investasi Danantara dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.












