Senin, 12 Januari 2026
E-MAGAZINE
Business Asia
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Business Asia
No Result
View All Result
Home Figure

Dr. Agus Triyono, S.Si., M.Kes.; Penerapan Behavior Based Safety (BBS) Efektif Tekan Angka Kecelakaan Kerja

12 Januari 2026
in Figure
Dr. Agus Triyono, S.Si., M.Kes.; Penerapan Behavior Based Safety (BBS) Efektif Tekan Angka Kecelakaan Kerja
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Businessasia.co.id– Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker dan K3) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Dr. Agus Triyono, S.Si., M.Kes., menegaskan pentingnya penguatan budaya keselamatan kerja berbasis perilaku atau Behavior Based Safety (BBS) sebagai strategi efektif menekan angka kecelakaan kerja di Indonesia.

Lebih lanjut  Dr. Agus menyambut positif pelaksanaan IQSA Awards 2025 yang mengusung tema “Implementasi QHSE Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”. Menurutnya, ajang ini menjadi ruang strategis bagi pimpinan perusahaan untuk meningkatkan performa K3 untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja dalam rangka perlindungan tenaga kerja dan keberlangsungan usaha serta menjamin keberlanjutan  baik aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Semua perusahaan peserta IQSA Awards 2025 menunjukkan awareness yang tinggi terhadap penerapan K3. Tentu Juara bukan tujuan utama, yang terpenting adalah bagaimana masing-masing perusahaan menampilkan kinerja terbaik dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja serta keberlanjutan lingkungan,” ujar Agus Triyono  di Jakarta pada Kamis (8/1/2026).

Pria kelahiran Wonogiri, 02 November 1968 ini mengapresiasi jajaran Direksi hingga Departemen  Environment, Health, and Safety (EHS) dalam penerapan K3 di perusahaan peserta IQSA Awards 2025, khususnya dari kalangan BUMN. “Bukan hanya manajernya, tetapi seluruh Tim EHS menunjukkan kompetensi yang sangat baik. Bahkan staf-stafnya mampu mendukung presentasi dengan data dan pemahaman yang kuat,” tambahnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pimpinan perusahaan dan tenaga kerja menjadi kunci keberhasilan penerapan K3 di perusahaan. “Setelah manajer menyampaikan paparan, staf-stafnya ikut mendukung dengan penjelasan yang kompeten. Ini menunjukkan budaya K3 sudah terinternalisasi,” ujarnya.

Meski kinerja K3 di banyak perusahaan sudah baik, Agus menekankan pentingnya penguatan berkelanjutan. “K3 itu harus terus diingatkan, terus di-refresh. Bukan hanya untuk tenaga kerja, tapi juga untuk pengusaha,” tegas Agus.

Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Selama ini pendekatan K3 di Indonesia masih dominan top-down, melalui regulasi seperti PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang SMK3. Menurut Agus, pendekatan tersebut perlu dilengkapi dengan pendekatan bottom-up melalui Behavior Based Safety (BBS).

Ia menjelaskan bahwa BBS menekankan kesadaran individu terhadap keselamatan diri dan orang lain. Berbeda dengan pola pikir lama yang hanya fokus pada keselamatan pribadi, BBS membangun budaya bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif.

“Dalam pemahaman BBS itu, setiap tenaga kerja merasa bahwa keselamatan orang lain di tempat kerja adalah tanggung jawab saya. Kalau saya melihat rekan kerja tidak pakai helm, saya wajib mengingatkan,” jelas Agus yang menyelesaikan pendidikan D3 Higiene Perusahaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Universitas Sebelas Maret Surakarta (1991), S1 MIPA Biologi di UNW Mataram (1997) dan S2 Magister Ilmu Kesehatan Kerja, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (2001).

Pendekatan BBS ini, menurut Agus, telah terbukti efektif di berbagai negara dalam menurunkan angka kecelakaan kerja secara signifikan. Ia pun membagikan pengalamannya saat membimbing mahasiswa di sebuah perusahaan automotif di wilayah Sunter, Jakarta.

Setelah menerapkan BBS selama tiga bulan, angka kecelakaan kerja turun drastis. “Caranya sederhana. Setiap tenaga kerja mengamati satu rekan kerja setiap hari, menggunakan safety card tanpa sepengetahuan tenaga kerja yang diamati. Misalnya dicatat apakah tenaga kerja yang diamati memakai helm, masker, sarung tangan, dan APD lainnya,” paparnya.

Data tersebut kemudian direkapitulasi  oleh tim P2K3 setiap minggu. Tenaga kerja yang tidak patuh akan diingatkan secara personal. “Dalam tiga bulan, semua sudah tertib memakai APD. Kesadaran tumbuh karena pengawasan dilakukan oleh sesama pekerja,” jelas Agus yang menyelesaikan Pendidikan S3 Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia pada 2015.

Agus mengakui bahwa Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm dan masker memang tidak selalu nyaman digunakan. Namun, ia menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus didasari kesadaran, bukan sekadar perintah. “Kalau hanya diperintah tanpa kesadaran diri, hasilnya tidak akan maksimal,” tambahnya.

Agus menilai BBS sebagai metode efektif yang masih jarang dibahas, karena menekankan perubahan perilaku selamat dan sehat pada setiap tenaga kerja, untuk menerapkan K3 dari level bawah (bottom – up).

Penerapan SMK3 dan Standar Internasional

Agus mengingatkan bahwa perusahaan wajib menerapkan SMK3 (PP 50 Tahun  2012) yaitu sistem yang terstruktur untuk melindungi pekerja dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penerapan SMK3 sesuai peraturan ini bersifat mandatory. Kemudian dipadukan dengan penerapan BBS.

Agus juga melihat kesadaran K3 di Indonesia terus meningkat, termasuk di perusahaan yang berorientasi ekspor. Hal ini salah satunya didorong, karena buyer international pada umumnya mensyaratkan pemenuhan Standar Manajemen K3 International  (ISO 45.001).

Hal ini berdampak positif terhadap penerapan K3 di Indonesia, karena perusahaan juga didorong  menerapkan Standar Manajemen K3 Internasional, meski kualitas produk dan harga sudah kompetitif. (red/*)

 

Tags: Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan KerjaDitjen Binwasnaker dan K3Dr. Agus TriyonoKemnakerSekretaris Ditjen Binwasnaker dan K3
Previous Post

OPPO Resmi Buka Pre-order Reno15 Series dengan Desain Dancing Aurora Pertama

Next Post

Siloam Hospitals Surabaya Hadirkan Inovasi Bedah Lutut yang Membawa Presisi ke Level Baru

Next Post
Siloam Hospitals Surabaya Hadirkan Inovasi Bedah Lutut yang Membawa Presisi ke Level Baru

Siloam Hospitals Surabaya Hadirkan Inovasi Bedah Lutut yang Membawa Presisi ke Level Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BISNIS TERKINI

Layanan Peti Kemas TPK Kupang Tetap Berjalan, Perbaikan Alat Dipacu

Layanan Peti Kemas TPK Kupang Tetap Berjalan, Perbaikan Alat Dipacu

12 Januari 2026

“Aice Got You! Panggung Crispymu!” Mengapresiasi Inisiatif Panggung Bakat Lokal Generasi Muda

“Aice Got You! Panggung Crispymu!” Mengapresiasi Inisiatif Panggung Bakat Lokal Generasi Muda

10 Januari 2026

BCA Digital dan Food Bank Indonesia Perkuat Nutrisi Melalui Aksi 500 Porsi Makanan Siap Santap

BCA Digital dan Food Bank Indonesia Perkuat Nutrisi Melalui Aksi 500 Porsi Makanan Siap Santap

10 Januari 2026

Mercure Tangerang BSD City Satukan Akomodasi dan Padel Lifestyle

Mercure Tangerang BSD City Satukan Akomodasi dan Padel Lifestyle

10 Januari 2026

Perkuat Struktur Bisnis Lewat Akuisisi Rp174,8 Miliar, DADA Tbk Ekspansi Landed Housing

Perkuat Struktur Bisnis Lewat Akuisisi Rp174,8 Miliar, DADA Tbk Ekspansi Landed Housing

10 Januari 2026

PT. Media Maju Global

Plaza Simatupang Lt. 6 Unit 3. Jl. TB. Simatupang Kav. IS No. 01, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Telp: 021-22702245
E-mail: redaksi@businessasia.co.id

Kategori

  • Berita
  • Business
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Figure
  • Indeks
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Property
  • Teknologi
  • Tourism

.

  • About
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Privacy Policy
  • Cyber Guidelines
  • Pedoman Media Siber

About

Kehadiran Majalah BusinessAsia Indonesia yang memiliki Tagline Towards a New Change in Asia atau “Menuju Perubahan Baru di Asia” khususnya Indonesia  bertujuan untuk memastikan langkah mereka kokoh menapaki dinamika ekonomi bisnis dan investasi yang kian berkembang. Baca selengkapnya.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
  • e-Magazine

Majalah terbatas

1. DPMPTSP Kota Tangsel Raih Penghargaan
Pelayanan Prima dari Kemenpan RB.

2. Jebakan Crazy
Rich Pikat Pelanggan Ikut Trading Binary
Option.

3. Eksportir Indonesia
Perluas Jejaring
dengan Buyers di AS

shop new Emagazine