Selasa, 13 Januari 2026
E-MAGAZINE
Business Asia
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Business Asia
No Result
View All Result
Home Business

Ello dan Oki Rengga Puji Ledakan Bakat Seniman Sumut via Strategi Desentralisasi Panggung Kreativitas Nasional

13 Januari 2026
in Business, Lifestyle
Ello dan Oki Rengga Puji Ledakan Bakat Seniman Sumut via Strategi Desentralisasi Panggung Kreativitas Nasional
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Businessasia.co.id – Indonesia tidak pernah kekurangan talenta, namun sering kali terkendala kurangnya panggung yang merata. Sumatera Utara (Sumut) selama ini dikenal sebagai “Rahim Seniman” di Indonesia. Dari lorong-lorong kota Medan, hingga Nias dan tepian Danau Toba, tradisi bermusik telah menjadi napas kehidupan sehari-hari.

Memasuki awal tahun 2026, fenomena ini kembali terpotret jelas melalui kesuksesan rangkaian nasional “Aice Got You! Panggung Crispymu!” yang digelar di Lapangan Merdeka, Medan, beberapa waktu lalu. Rangkaian ini menjadi pernyataan bahwa bakat akar rumput di daerah memiliki kualitas setara dengan standar industri nasional, sekaligus solusi konkret atas tantangan “Jakarta-Sentris” yang sering kali menyulitkan talenta daerah karena faktor jarak dan biaya.

Perjalanan panggung truk ikonik Aice ini menjadi peta jalan kreatif yang membentang dari barat hingga timur Indonesia. Memulai langkah di Jakarta, menyusuri Bandung dan Yogyakarta, menyentuh akar tradisi di Medan, hingga berakhir di Surabaya. Di setiap pemberhentian, panggung ini bertransformasi menjadi laboratorium ekspresi yang merangkul ribuan talenta dan mengukuhkan posisi Aice sebagai pendukung ekosistem kreatif inklusif yang tidak lagi memusat di ibu kota.

Dengan menjangkau lima kota strategis ini, Aice berhasil menciptakan jembatan bagi Gen Z di berbagai daerah untuk merasakan standar panggung nasional, mendapatkan bimbingan langsung dari para maestro, serta membuktikan bahwa kualitas “Bintang” dapat lahir dari sudut mana pun di nusantara.

Sumut adalah Gudang Bakat yang Tak Pernah Kering

Sumatera Utara memiliki posisi unik dalam peta budaya Indonesia. Etnisitas di wilayah ini memiliki keterikatan emosional yang sangat kuat dengan seni pertunjukan. Masyarakat etnis Batak seperti Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, dan Pakpak misalnya, memiliki tradisi ber-umpasa dan bernyanyi dalam harmoni koor yang kompleks sejak usia dini. Musik bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ritus kehidupan Sumut.

Begitu pula dengan etnis Melayu di pesisir Timur yang membawa kelembutan cengkok dalam seni pantun dan musik gambus, serta etnis Nias dengan tradisi tari perang dan vokal yang bertenaga. Secara nyata, Sumut selama ini secara konsisten menyumbang persentase signifikan dalam ajang pencarian bakat di televisi nasional.

Diperkirakan ribuan seniman muda muncul setiap tahunnya dari komunitas musik jalanan, gereja, sanggar budaya, hingga sekolah seni di Medan, namun hanya sebagian kecil yang memiliki kesempatan untuk tampil di panggung dengan standar produksi besar.

Sumbangsih besar Sumatera Utara terhadap industri musik tanah air pun telah teruji oleh waktu melalui lahirnya legenda dan bintang besar lintas generasi. Sejarah mencatat nama-nama ikonik seperti mendiang Diana Nasution, Eddy Silitonga, hingga sang maestro lagu nostalgia Victor Hutabarat.

Estafet prestasi ini kemudian diteruskan dengan gemilang oleh talenta-talenta kontemporer yang mendominasi tangga lagu nasional, mulai dari Judika, Virzha, hingga para diva muda jebolan ajang pencarian bakat seperti Lyodra Ginting dan Anggi Marito. Kehadiran tokoh-tokoh besar ini menjadi bukti otentik bahwa genetika seni di Sumut sangatlah kuat, menjadikan setiap inisiatif panggung lokal di wilayah ini sebagai langkah strategis dalam menjaring “permata” musik Indonesia masa depan.

Kejutan Kulcapi EDM Membawakan Tradisi Menembus Batas Modernitas

Keunikan talenta Sumatera Utara terbukti nyata dalam ajang Panggung Crispymu!. Salah satu momen paling revolusioner adalah munculnya Jacky Raju Sembiring, yang berhasil meraih posisi juara dengan melakukan eksperimen berani dengan memadukan Dawai Kulcapi dan Suling khas Karo ke dalam balutan irama Electronic Dance Music (EDM) serta lagu-lagu pop global.

“Di ajang ini saya ingin menunjukkan bahwa musik tradisional itu tidak kalah keren. Mengingat Medan kaya akan budaya, saya ingin memperkenalkan alat musik tradisional Karo lebih luas lagi ke masyarakat Indonesia maupun mancanegara,” ungkap Jacky.

Penampilan Jacky bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi tentang bagaimana instrumen tradisional bisa “bercakap-cakap” dengan teknologi musik masa kini di atas panggung truk boombastic Aice.

Selain Jacky, keberagaman talenta Medan diwakili oleh Chessavani, peraih Juara 1 yang memukau dengan teknik vokal matang dan kedalaman emosional. Ada pula kelompok PLAYMAKERZ yang mewakili energi urban melalui koreografi modern dance yang presisi. Menariknya, ajang ini juga membuktikan inklusivitasnya melalui Hendro Sutomo, seorang dosen yang berhasil menjadi Juara Favorit, membuktikan bahwa panggung ekspresi ini terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang profesi.

Validasi Maestro Nasional dan Pentingnya Inkubasi Lokal

Kehadiran musisi nasional Marcello Tahitoe sebagai juri memberikan validasi penting bagi ratusan peserta yang berpartisipasi. Ello mencatat bahwa energi Medan selalu memiliki “warna” yang meledak dan otentik. “Medan ini selalu beda rasanya. Penampilan 15 peserta di Grand Final luar biasa keren. Setiap peserta yang tampil itu punya karakter yang kuat tersendiri,” ujar Ello.

Sentimen serupa disampaikan oleh Anggi Marito, penyanyi nasional asal Sumut yang kini sukses di Jakarta. Sebagai sosok yang besar dari budaya musik setempat, Anggi merasa kesulitan menentukan pemenang karena standar kualitas yang sangat tinggi.

Dukungan juga datang dari komika Oki Rengga, yang menilai panggung ini sebagai wujud kebanggaan bagi anak Medan. “Saya selaku orang Medan asli merasa bangga. Aku tahu betul kalau anak Medan tampil pasti membanggakan. Kali ini di panggung Aice Got You! Pecah! ngeri nih panggung,” tuturnya.

Kehadiran juri-juri nasional ini bukan sekadar untuk memberi nilai, melainkan memberikan inkubasi mental. Bagi talenta daerah, mendapatkan apresiasi langsung dari para praktisi industri level nasional adalah modal besar dalam membangun kepercayaan diri menuju karier yang lebih profesional.

Inisiatif Strategis Aice Menjemput Bola Kreativitas

Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice Group, menjelaskan bahwa pemilihan Medan sebagai salah satu titik utama didasarkan pada karakter kotanya yang sangat berani dan spontan. “Medan itu kotanya sangat berani. Ketika kami datang energinya terasa hidup, penuh spontanitas dari para warganya. Terlihat juga dari penampilan para peserta yang sangat beragam dan mampu menunjukkan totalitas dengan penuh karakter”, jelas Sylvana.

Selain menjadi wadah bakat, acara ini juga dimeriahkan dengan aktivitas interaktif seperti Human Claw Machine dan DIY Gantungan Kunci, yang menarik ribuan warga untuk memadati Lapangan Merdeka. Di sisi lain, Aice juga mengintegrasikan semangat boombastic ini melalui produk inovatif seperti Aice Crispy Balls Cookies n’ Cream, serta program berhadiah mobil dan motor yang bisa didapatkan melalui setiap stik es krim.

Melalui keberhasilan di Medan, Aice berharap semangat “menjemput bola” ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk memberikan ruang bagi talenta daerah. Harapan besarnya, dari panggung truk boombastic ini akan lahir sosok-sosok penyanyi dan pemusik kelas nasional baru yang akan meneruskan estafet prestasi para pendahulu hebat asal Medan di kancah industri musik tanah air.

Ketika akses terhadap panggung tidak lagi terpusat di Jakarta, Indonesia berpeluang menyaksikan ledakan kreativitas yang jauh lebih inklusif dan beragam dari seluruh penjuru nusantara. Melalui inisiatif ini, mata rantai talenta emas dari Sumatera Utara diharapkan dapat terus terjaga dan berkembang. Dan berbagai panggung ini dapat menjadi titik awal lahirnya bintang-bintang nasional baru yang berasal dari Medan.

Tags: Aicee
Previous Post

Shopee Sukses Berkarya Sebelum 30: Finetrus Tekun Kembangkan Usaha Sprei Lokal

Next Post

Fahira Idris: Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Negara Putus Rantai Kemiskinan

Next Post
Fahira Idris: Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Negara Putus Rantai Kemiskinan

Fahira Idris: Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Negara Putus Rantai Kemiskinan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BISNIS TERKINI

Ello dan Oki Rengga Puji Ledakan Bakat Seniman Sumut via Strategi Desentralisasi Panggung Kreativitas Nasional

Ello dan Oki Rengga Puji Ledakan Bakat Seniman Sumut via Strategi Desentralisasi Panggung Kreativitas Nasional

13 Januari 2026

Shopee Sukses Berkarya Sebelum 30: Finetrus Tekun Kembangkan Usaha Sprei Lokal

Shopee Sukses Berkarya Sebelum 30: Finetrus Tekun Kembangkan Usaha Sprei Lokal

13 Januari 2026

Global Affairs Canada (GAC) dan Impact Investment Exchange (IIX) Luncurkan Program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI)

Global Affairs Canada (GAC) dan Impact Investment Exchange (IIX) Luncurkan Program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI)

13 Januari 2026

Awal Tahun 2026: Memulai Pengalaman Berwisata Baru di Saudi

Awal Tahun 2026: Memulai Pengalaman Berwisata Baru di Saudi

13 Januari 2026

Prediksi Tren Denim Indonesia di 2026

Prediksi Tren Denim Indonesia di 2026

13 Januari 2026

PT. Media Maju Global

Plaza Simatupang Lt. 6 Unit 3. Jl. TB. Simatupang Kav. IS No. 01, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Telp: 021-22702245
E-mail: redaksi@businessasia.co.id

Kategori

  • Berita
  • Business
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Figure
  • Indeks
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Property
  • Teknologi
  • Tourism

.

  • About
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Privacy Policy
  • Cyber Guidelines
  • Pedoman Media Siber

About

Kehadiran Majalah BusinessAsia Indonesia yang memiliki Tagline Towards a New Change in Asia atau “Menuju Perubahan Baru di Asia” khususnya Indonesia  bertujuan untuk memastikan langkah mereka kokoh menapaki dinamika ekonomi bisnis dan investasi yang kian berkembang. Baca selengkapnya.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
  • e-Magazine

Majalah terbatas

1. DPMPTSP Kota Tangsel Raih Penghargaan
Pelayanan Prima dari Kemenpan RB.

2. Jebakan Crazy
Rich Pikat Pelanggan Ikut Trading Binary
Option.

3. Eksportir Indonesia
Perluas Jejaring
dengan Buyers di AS

shop new Emagazine