Businessasia.co.id— Ketua Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), Fahira Idris secara resmi membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Satuan Tugas (Satgas) Bang Japar yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas dan konsolidasi internal organisasi menjelang hampir satu dekade perjalanan Bang Japar.
Dalam sambutannya, Fahira Idris menyampaikan bahwa Diklat Satgas tidak hanya berfokus pada pembinaan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter, etika, serta kepemimpinan anggota Satgas. Ia menekankan pentingnya peran Satgas sebagai elemen masyarakat yang mampu menjaga ketertiban sosial dan membangun hubungan harmonis dengan berbagai pihak.
“Bela negara saat ini tidak hanya dimaknai secara fisik. Bela negara adalah sikap hidup yang tercermin dari kedisiplinan, akhlak, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulis kepada Media, Jakarta, Sabtu (10/1).
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta tersebut menjelaskan bahwa Bang Japar yang berdiri pada 25 Februari 2017 kini memasuki fase pendewasaan organisasi. “Perjalanan menuju satu dekade organisasi tidak hanya diukur dari usia, tetapi juga dari konsistensi nilai dan dampak sosial yang dihadirkan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Ia menilai Satgas Bang Japar memiliki peran penting karena menjadi representasi langsung organisasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas, etika, dan wawasan kebangsaan dinilai menjadi kebutuhan utama.
Melalui Diklat ini, Bang Japar menetapkan sejumlah tujuan, antara lain membentuk Satgas yang berakhlak dan bertanggung jawab, menanamkan disiplin serta jiwa kepemimpinan, memperkuat wawasan kebangsaan dan semangat bela negara, serta mendorong kesiapan anggota untuk berkolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk aparat pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Fahira Idris juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam menjalankan tugas Satgas di lapangan. Menurutnya, setiap persoalan sosial dan potensi konflik harus disikapi dengan musyawarah serta koordinasi bersama aparat terkait. “Satgas harus menjunjung prinsip satu visi, satu misi, dan satu komando agar dapat bergerak secara tertib, solid, dan tetap menjunjung martabat organisasi,” katanya.
Ia berharap Diklat Satgas ini dapat melahirkan kader-kader yang matang secara karakter, memiliki kesiapan mengabdi, serta konsisten menjadikan nilai kebermanfaatan sebagai orientasi utama dalam setiap kegiatan.
Menurut Fahira Idris, keberhasilan Bang Japar tidak diukur dari besarnya organisasi, melainkan dari sejauh mana keberadaannya dapat memberikan kontribusi positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat. “Semangat terus berbuat dan semakin bermanfaat harus menjadi pegangan agar setiap langkah Bang Japar memberi dampak nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.











