Jakarta, Indonesia – 12 Januari 2026 – Global Affairs Canada (GAC) dan Impact Investment Exchange (IIX) secara resmi meluncurkan program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI), Senin (12/1).
Program ini bertujuan untuk memperkuat usaha berdampak yang berfokus pada perempuan di sejumlah provinsi terpilih di Indonesia melalui pelatihan bisnis dan keuangan yang disesuaikan dengan konteks lokal, dukungan kesiapan investasi yang terarah, serta kemitraan ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan investor dan lembaga keuangan.
IIRI akan membantu usaha-usaha ini berkembang dengan memungkinkan mereka mengakses permodalan, menarik investasi, dan memperluas peluang perdagangan.
Yang Terhormat Randeep Sarai, Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, bersama dengan Prof. Durreen Shahnaz, Pendiri dan CEO IIX, pada acara peluncuran ini sebagai wujud komitmen Global Affairs Canada dalam memajukan pertumbuhan inklusif di Indonesia.
“Kanada bermitra dengan IIX untuk mendukung usaha yang dipimpin perempuan di Indonesia,” ujar Sekretaris Negara Sarai. “Melalui program IIRI, kami akan memberikan bantuan teknis dan membantu menarik investasi bagi usaha-usaha yang memberdayakan perempuan. Inisiatif ini memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah yang sangat vital bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia. Program ini mencerminkan komitmen Kanada terhadap bantuan internasional yang inklusif dan pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan setara, sekaligus mempererat kerja sama antara kedua negara.”
Visi Emas 2045 Indonesia untuk menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045 menekankan pentingnya menjadikan ekosistem UMKM Indonesia berdaya saing global, sambil memajukan partisipasi ekonomi perempuan dan pembangunan berkelanjutan. Saat ini, lebih dari 65 juta UMKM menyumbang 60% terhadap PDB Indonesia, dan UMKM milik perempuan mencakup 64,5% dari total usaha. Namun, terdapat kesenjangan pembiayaan sebesar US$220 miliar untuk UMKM. Banyak usaha yang masih berada di tahap awal dan belum memiliki pengetahuan bisnis, model keuangan, dan data dampak yang memadai untuk berinteraksi dengan investor dan mengakses permodalan secara efektif.
Selain itu, aliran investasi sebagian besar terkonsentrasi di wilayah tertentu seperti Jawa dan Bali, sehingga UMKM di berbagai provinsi lain kekurangan pendanaan dan memiliki akses terbatas terhadap sumber daya. Pemerintah Indonesia telah memprioritaskan pengembangan UMKM, memperluas akses pembiayaan, dan mempromosikan usaha yang dipimpin perempuan untuk memperkuat ekosistem ini.
Program IIRI dibangun di atas kerja transformatif IIX yang tengah berlangsung di Indonesia untuk membantu mengembangkan ekosistem bagi UMKM dan investasi berdampak.
“Pengusaha perempuani adalah penggerak utama ekonomi Indonesia, tetapi mereka membutuhkan perangkat dan jalur yang tepat untuk mengakses permodalan. Melalui IIRI, kami berencana melatih, memberikan dukungan kesiapan investasi secara langsung, dan menghubungkan ratusan usaha berfokus perempuan langsung dengan investor yang memahami potensi mereka. Dengan membangun kapasitas mereka untuk menarik investasi dan berpartisipasi dalam perdagangan domestik maupun internasional, kita dapat membantu mentransformasi sektor UMKM Indonesia, dan dengan demikian, mempercepat kemajuan Indonesia menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” kata Prof. Durreen Shahnaz.
IIX telah berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia, regulator seperti OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan sektor swasta untuk memajukan Orange Movement™, sebuah inisiatif global untuk memobilisasi US$10 miliar dan memberdayakan 100 juta perempuan pada 2030.
Dengan mengintegrasikan gender, aksi iklim, dan dampak sosial ke dalam kerangka pembiayaan, pasar modal, dan pembangunan kapasitas institusional, IIX telah memobilisasi langsung hampir US$70 juta ke UMKM berdampak tinggi, mendukung perempuan dan komunitas di seluruh Indonesia.
Selain itu, IIX telah memfasilitasi adopsi instrumen keuangan inklusif dan menciptakan sejarah tahun lalu dengan mendukung penerbitan Orange Bond pertama di Indonesia dan Orange Sukuk pertama di dunia oleh PT PNM, sebagai bagian dari program senilai US$1 miliar mereka yang mendukung perempuan pengusaha ultra-mikro di seluruh Indonesia.
Program IIRI akan memperdalam upaya-upaya ini untuk memfasilitasi transformasi sistemik ekosistem UMKM dan investasi berdampak dengan menangani kedua sisi permodalan: memungkinkan aliran modal dengan melibatkan investor lokal, regional, dan global, sekaligus membekali pelaku usaha dengan kapabilitas untuk mengakses dan memanfaatkan modal secara efektif guna meningkatkan dampak dan pertumbuhan mereka.
Di Vietnam, inisiatif serupa yang didukung Kanada telah memperkuat hampir 250 bisnis berdampak sosial dan mobilisasi lebih dari US$17 juta modal swasta sejak 2022. Di Indonesia, program IIRI siap mengkatalisasi transformasi, membuka potensi ekonomi penuh Indonesia, dan mendorong Visi Emas 2045 menuju kemakmuran dan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.











