Businessasia.co.id-– Imas Nurlaela selaku Analyst Bidang QHSSE (Ruas Tol) PT Hakaaston (HKA) menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan The Best Women Leadership QHSE 2025 dalam ajang Indonesia QHSE Sustainability for Business Award 2025 (IQSA Award 2025).
“Penghargaan ini merupakan bukti konkret atas keberhasilan HKA dalam menerapkan Sistem Manajemen Kualitas, Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan (QHSE) secara menyeluruh dan efektif,” kata Imas kepada Businessasia, belum lama ini.
Imas menjelaskan, penghargaan ini merupakan motivasi tersendiri buat dirinya bahwa perempuan juga dapat unggul dalam bidang-bidang yang secara tradisional didominasi oleh laki-laki seperti sektor kontruksi atau energi.
“Penghargaan ini juga menginspirasi saya untuk terus mengintegrasikan bisnis berkelanjutan dan prinsip-prinsip ESG, tidak hanya kompeten secara teknis di bidang QHSE, tetapi juga harus visioner, inovatif dan mampu menciptakan budaya keselamatan dan kualitas yang kuat membuktikan kemampuan pemimpin perempuan dalam menginspirasi dan membimbing timnya,” tambahnya.
Selain itu, pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan terhadap terobosan HKA dalam penguatan digitalisasi sistem manajemen QHSE dengan focus utama adalah memastikan bahwa setiap proses operasional memenuhi standar keamanan yang ketat demi menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan memberi nilai tambah.
Sementara itu, dalam upaya mendorong komitmen QHSE di seluruh lini perusahaan, Imas melakukan berbagai pendekatan kepemimpinan yakni (a) Leadership by example; menjadikan nilai K3 sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya kerja sehari – hari, dimulai dari jajaran direksi hingga tingkat staf. (b) Pemberdayaan dan inklusivitas; melalui inisiatif seperti Srikandi HKA, perusahaan mendorong pemimpin perempuan untuk mengambil peran strategis dalam pengambilan keputusan berbasis keselamatan dan kualitas . (c) Dialog terbuka; membangun koordinasi yang transparan dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kepercayaan publik dan pemenuhan ekspektasi terhadap keselamatan kerja.
Lebih lanjut dipaparkan Imas, beberapa tech support yang diterapkan di HKA untuk meningkatkan efektifitas QHSSE antara lain : (1) HKA TROM (Toll Road Operation & Maintenance) yaitu platform yang menampung kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol mulai dari penjadwalan, pelaporan, merujuk pada pemenuhan SPM-SLA. (2) Astoll yaitu platform khusus yang dapat diakses oleh pengguna jalan tol untuk membantu mereka dengan mudah mengakses informasi jalan tol dan area istirahat. (3) HKA Today yaitu platform untuk memantau kegiatan di seluruh Unit Produksi HKA, Jalan Tol dan Area Istirahat. (4) LAMPS (Live Asphalt Mixing Plant System) yaitu platform otomatisasi data pada Pabrik Pencampuran Aspal untuk pengendalian operasional secara langsung.
Ketika ditantayakan mengenai, sejumlah tantangan dalam mengimplementasikan budaya QHSE di HKA, Imas menerangkan bahwa tantangan utama yang dihadapi meliputi. Pertama, Konsistensi Budaya : menjaga agar standar keselamatan tetap menjadi prioritas utama . Kedua, Cakupan Operasi : mengimplementasikan standar QHSE yang seragam di berbagai Ruas Tol dan Unit Produksi yang dikelola HKA. Ketiga, Kompetensi SDM : secara rutin melakukan penilaian (asessment) untuk menutup celah kompetensi personel di bidang QHSE guna menjawab standar perusahaan yang terus berkembang.
Sebagai informasi, IQSA Awards 2025 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh majalah Business Asia Indonesia dan didukung oleh Forum QHSE BUMN Kontruksi. Tahun ini, IQSA AWARD mengusung tema : “Implementasi QSHE Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema ini kami pilih, karena penerapan K3 yang baik, optimal dan unggul adalah menjadi kunci penting didalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.










