Businessasia.co.id — Industri pernikahan di Bali menunjukkan perubahan arah seiring berkembangnya tren. Konsep perayaan yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman. Micro-wedding menjadi salah satu pendekatan yang semakin diminati, sejalan dengan meningkatnya minat terhadap destinasi, suasana seremoni, dan pengalaman sensorial bagi pasangan. Sensorial mengacu kepada peningkatan panca indera, melalui keindahan pemandangan, musik yang dikurasi, pilihan hidangan yang nikmat dan menggugah, serta wewangian berbaur dengan aroma alam sekitar yang memenuhi udara.
Perubahan ini turut mendorong meningkatnya minat terhadap venue yang memanfaatkan elemen alam sebagai bagian utama dari prosesi pernikahan. Pemandangan alam yang didapat dari konsep outdoor maupun semi-outdoor kini dipandang sebagai faktor penting dalam membentuk wedding experience di Bali. Meski pernikahan indoor tetap memiliki peminat, konsep yang menyatu dengan alam dinilai lebih relevan dengan karakter destinasi dan ekspektasi pasangan saat ini.
“Dari pengamatan kami terhadap pasar, termasuk data yang kami pelajari, terlihat adanya pergeseran yang cukup jelas dalam permintaan pernikahan di Bali, khususnya Ubud. Konsep perayaan kini bergerak menjauh dari format yang ekstravaganza dan konvensional, menuju pernikahan berskala lebih kecil dengan pendekatan yang lebih personal. Alam tidak lagi hanya menjadi latar, tetapi bagian dari pengalaman pernikahan itu sendiri. Meski pernikahan indoor masih diminati, konsep outdoor dan semi-outdoor saat ini menjadi yang paling banyak dicari di Bali,” ujar Adhiguna, CEO The Kayon.
Menjawab tantangan ini, The Kayon dikenal sebagai salah satu grup hotel di ubud dan property management company yang mengelola resor-resor bernuansa romantis dengan pendekatan berbasis karakter destinasi, memang memiliki ragam wedding venue yang memukau. Saat ini, The Kayon memiliki tiga properti unggulan yang masing-masing menawarkan pengalaman pernikahan dengan nuansa yang berbeda, memberi pilihan bagi pasangan sesuai preferensi mereka.
“Setiap properti The Kayon memiliki keunikan tersendiri dan tidak saling tergantikan. The Kayon Resort dikenal dengan keindahan latar air terjun alami dan jetty yang kerap digunakan sebagai lokasi upacara pernikahan. The Kayon Valley Resort menawarkan chapel dengan pemandangan lembah hijau yang romantis, sementara The Kayon Jungle Resort memiliki dua pilihan venue, yaitu chapel yang menghadap ke area hutan tropis Ubud yang eksotis, atau area jetty dengan keindahan suara gemericik alur sungai yang mengalir. Perbedaan karakter inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pengalaman pernikahan yang sensorial dan sakral,” kata Adhiguna.
Selain lokasi dan latar pemandangan, pengalaman pernikahan di The Kayon juga dirancang sebagai rangkaian yang berkesinambungan. Karakter properti yang berfokus pada romantic resort dan adult only memungkinkan pasangan menikmati pengalaman yang lengkap, mulai dari persiapan sebelum hingga setelah prosesi pernikahan berlangsun











