Rabu, 7 Januari 2026
E-MAGAZINE
Business Asia
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
No Result
View All Result
Business Asia
No Result
View All Result
Home Business

Permata Institute for Economic Research (PIER) Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bergerak di Kisaran 4,5 – 5,0%

15 Mei 2025
in Business
Permata Institute for Economic Research (PIER) Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bergerak di Kisaran 4,5 – 5,0%
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

Jakarta, Business Asia – Permata Bank melalui Permata Institute for Economic Research (PIER) kembali menggelar Economic Review yang mengulas perkembangan terbaru perekonomian Indonesia, khususnya pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal pertama tahun 2025.

Dalam kajian ini, PIER menyoroti bahwa pertumbuhan PDB diperkirakan melambat dari 5,03% di tahun 2024 menjadi 4,5 – 5,0% pada 2025, angka tersebut lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 5,11%.

 “PIER memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 akan melambat, lebih rendah dari target sebelumnya. Ketidakpastian perang dagang yang meningkat telah mendorong perusahaan untuk menunda investasi dan rencana ekspansi. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah dapat merespons dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dan stimulus tepat sasaran, agar konsumsi dan investasi domestik kembali bergerak,” ujar Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank.

Pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal pertama 2025 tercatat sebesar 4,87% year-on-year (YoY), lebih rendah dibandingkan 5,02% pada kuartal sebelumnya dan menjadi laju paling lambat sejak kuartal ketiga 2021. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang biasanya menjadi motor utama ekonomi melambat tipis menjadi 4,89% YoY. Hal ini didorong oleh melemahnya daya belanja pada sub-komponen makanan & minuman serta transportasi & komunikasi.

Pertumbuhan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menurun menjadi 2,12% YoY, terutama karena melemahnya investasi pada bangunan & struktur serta mesin & peralatan.

Di sisi lain, belanja pemerintah mengalami kontraksi 1,38% YoY setelah pada tahun sebelumnya terdongkrak oleh aktivitas Pemilu, sementara ekspor barang & jasa meningkat dengan didukung oleh kinerja ekspor nonmigas yang lebih kuat.

Dari sisi sektoral, sektor pertanian mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 10,52% YoY, karena lonjakan produksi tanaman pangan seperti padi dan jagung. Sektor manufaktur, yang merupakan tulang punggung ekonomi nasional, tumbuh stabil sebesar 4,55%, didukung oleh kuatnya permintaan ekspor di industri logam dasar. Sektor perdagangan ritel mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,03% berkat momentum musiman Ramadan, serta sektor jasa juga tetap solid didukung aktivitas pariwisata berkelanjutan.

Namun, sektor pertambangan mengalami kontraksi akibat aktivitas pemeliharaan di tambang emas dan tembaga, sementara sektor konstruksi melambat signifikan karena adanya realokasi anggaran pemerintah.

 Melihat tren ini, PIER merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 menjadi di bawah 5%, lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 5,11%.

Ketidakpastian global akibat perang dagang yang sedang berlangsung diperkirakan akan menekan laju investasi dan konsumsi domestik. Lebih lanjut, adanya perang dagang tersebut juga akan mempengaruhi pertumbuhan sektoral, meskipun dampaknya akan bervariasi.

Sektor dengan orientasi ekspor dan memiliki ketergantungan terhadap pasar AS yang relatif tinggi, seperti tekstil dan garmen, kulit dan alas kaki, elektronik, furniture, dan produk karet, akan terkena dampak yang cukup signifikan dan dapat menurunkan pertumbuhan sektor tersebut di tahun 2025 ini.

Namun demikian, sektor-sektor yang berorientasi pada pasar domestik, seperti jasa dan perdagangan diyakini masih akan menjadi motor utama pertumbuhan tahun ini.

 “Meningkatnya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan yang tampak lesu dapat membuka ruang bagi pelonggaran moneter. Jika ketidakpastian global mereda dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed menguat, maka Bank Indonesia dapat memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) hingga 50 basis poin sepanjang sisa tahun ini,” tutup Josua Pardede.

Di tengah berbagai tantangan dan peluang yang ada, PIER berkomitmen untuk terus memberikan kajian market update, analisis makroekonomi, dan industri strategis di Indonesia yang tajam dan relevan bagi pengambilan keputusan bisnis, pembuat kebijakan, dan masyarakat. Informasi selengkapnya dapat mengunjungi www.permatabank.com/id/pier. 

 

Tags: PIER
Previous Post

Cita Rasa Australia Barat, 10 Tempat Kuliner dan Minuman Wajib Dicoba

Next Post

Aice Bersama NOC Tandatangani MoU Untuk Melanjutkan Dukungan Bagi Tim Indonesia di Ajang Internasional

Next Post
Aice Bersama NOC Tandatangani MoU Untuk Melanjutkan Dukungan Bagi Tim Indonesia di Ajang Internasional

Aice Bersama NOC Tandatangani MoU Untuk Melanjutkan Dukungan Bagi Tim Indonesia di Ajang Internasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BISNIS TERKINI

JNE Resmi Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026

JNE Resmi Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026

6 Januari 2026

2025, Transaksi QRIS Bank Muamalat Tumbuh Pesat

2025, Transaksi QRIS Bank Muamalat Tumbuh Pesat

6 Januari 2026

Indonesia Financial Group (IFG) Corporate University Raih Akreditasi Global EFMD–CLIP

Indonesia Financial Group (IFG) Corporate University Raih Akreditasi Global EFMD–CLIP

6 Januari 2026

Perkuat Ekonomi di Desa, Mendes Yandri Gandeng Bank Syariah Indonesia

Perkuat Ekonomi di Desa, Mendes Yandri Gandeng Bank Syariah Indonesia

6 Januari 2026

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Perluas Akses Transaksi Global

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Perluas Akses Transaksi Global

6 Januari 2026

PT. Media Maju Global

Plaza Simatupang Lt. 6 Unit 3. Jl. TB. Simatupang Kav. IS No. 01, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Telp: 021-22702245
E-mail: redaksi@businessasia.co.id

Kategori

  • Berita
  • Business
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Figure
  • Indeks
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Property
  • Teknologi
  • Tourism

.

  • About
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Privacy Policy
  • Cyber Guidelines
  • Pedoman Media Siber

About

Kehadiran Majalah BusinessAsia Indonesia yang memiliki Tagline Towards a New Change in Asia atau “Menuju Perubahan Baru di Asia” khususnya Indonesia  bertujuan untuk memastikan langkah mereka kokoh menapaki dinamika ekonomi bisnis dan investasi yang kian berkembang. Baca selengkapnya.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Business
  • Figure
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Indeks
  • e-Magazine

Majalah terbatas

1. DPMPTSP Kota Tangsel Raih Penghargaan
Pelayanan Prima dari Kemenpan RB.

2. Jebakan Crazy
Rich Pikat Pelanggan Ikut Trading Binary
Option.

3. Eksportir Indonesia
Perluas Jejaring
dengan Buyers di AS

shop new Emagazine