Jakarta, Business Asia – Sampoerna Academy, pionir pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, & Mathematics) di Indonesia, kembali menggelar STEAM Expo 2026 dengan tema “Inventing Tomorrow” dan berkolaborasi dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sebagai juri.
Diadakan secara serentak di seluruh kampus Sampoerna Academy (L’Avenue, BSD, Sentul, Medan, dan Surabaya), acara ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran STEAM sekaligus menegaskan pentingnya transformasi pendidikan yang berpusat pada siswa, bersifat eksploratif, serta berorientasi pada solusi nyata.
Mustafa Guvercin selaku School Director Sampoerna Academy mengatakan, “Kami percaya bahwa siswa adalah pemimpin solusi masa depan. Ini dibuktikan secara nyata melalui kegiatan seperti STEAM Expo, di mana inovasi lahir ketika mereka memiliki proses belajar untuk mengatasi masalah dunia nyata dengan pendekatan yang terintegrasi. Esensinya adalah membentuk pola pikir adaptif dan integratif, yang merupakan bekal fundamental untuk tantangan kompleks di masa depan.”
Setiap tahunnya, para siswa Sampoerna Academy ditantang untuk berinovasi dengan menerapkan ilmu yang didapatkan selama pembelajaran di sekolah dan beberapa karya terpilih akan dipamerkan saat penyelenggaraan STEAM Expo.
Tahun ini, sebanyak 707 proyek STEAM yang ditampilkan di Sampoerna Academy. Di Sampoerna Academy Sentul terdapat 73 proyek, Sampoerna Academy BSD terdapat 129 proyek, dan Sampoerna Academy L’Avenue terdapat 171 proyek. Sementara di Sampoerna Academy Surabaya dan Sampoerna Academy Medan, total proyek STEAM yang ditampilkan mencapai 151 proyek dan 183 proyek.
Proyek-proyek yang ditampilkan ini mencerminkan komitmen Sampoerna Academy untuk mendorong siswa untuk bukan sekadar memamerkan karyanya, tapi juga menjadi solusi yang lahir dari proses belajar yang digagas dan digerakkan oleh siswa sendiri. Sehingga, membentuk mereka sebagai inovator dan pemecah masalah di masa depan.
Dari Sampoerna Academy Sentul, salah satu proyek STEAM yang disorot adalah Earthquake Detector karya Raevand Muhammad Arsha Rayendra, Reyansh Dhaka, Rudransh Dhaka, dan Azka Raqilla Mawardi dari Grade 5. Menggunakan sensor berbasis getaran, proyek ini dirancang untuk memperingatkan orang-orang saat gempa bumi terjadi. Terutama, saat mereka sedang tidur atau tidak yakin dengan apa yang sedang terjadi. Kemudian, getaran yang terjadi akan memberikan sinyal kepada alarm bunyi. Tingkat getaran yang berbeda memicu peringatan yang berbeda pula, di mana bunyi alarm ringan untuk gerakan kecil hingga jelas untuk peringatan gempa bumi besar.
Kemudian, dari Sampoerna Academy BSD ada From Waste to Light karya Myla Vanita Lie, Giana Letisha Ho, Shafa Farha Jasmine, Alessa Rachel Lazuardi, dan James Christian Chandra dari Grade 4 juga menjadi sorotan tahun ini. Proyek ini mengubah air kotor yang berasal dari sungai sehingga menghasilkan listrik untuk desa. Kemudian, air kotor tersebut disaring menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk mandi, mencuci tangan, atau bahkan minum untuk penduduk desa.
Di Sampoerna Academy L’Avenue, El Barack Alexander, Dastan Keenanda Irawan, Darrell Revandya Susatyo, Satriawangsa Purnayudha Haryadi, dan Alifiandra Gavriel Mujiono dari Grade 6 menampilkan proyek Search and Rescue Truck, karya STEAM lainnya yang juga disorot.
“Proyek ini kita bikin untuk mencari orang-orang yang hilang atau bahkan terjebak saat bencana alam terjadi di pegunungan ataupun di reruntuhan bangunan. Proyek ini sudah dilengkapi dengan kamera yang berfungsi untuk memantau dari layar monitor ada atau tidaknya orang-orang yang terjebak di bencana alam, seperti yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Uniknya, kami menggunakan beberapa bahan daur ulang seperti kayu, roda, dan kabel yang sudah tidak terpakai lagi,” cerita El Barack, putra sulung aktris Jessica Iskandar.
Selain menampilkan hasil karya, STEAM Expo juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh perspektif nyata tentang sains dan riset. Melalui kegiatan ini, siswa dapat berinteraksi langsung dengan komunitas ilmuwan dan peneliti, seperti Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), guna memperkaya wawasan keilmuan di garis depan sekaligus memperkuat kolaborasi sejak usia dini.
“Kolaborasi antara ALMI dan Sampoerna Academy menghadirkan dunia riset nyata ke dalam ruang belajar serta menyalakan semangat siswa sebagai calon ilmuwan masa depan Indonesia. ALMI mendukung penuh setiap upaya yang tidak hanya menumbuhkan keterampilan penelitian, tetapi juga membentuk karakter ilmuwan yang beretika, peduli, dan berorientasi pada kemajuan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Mas Rizky A. A. Syamsunarno, dr., M.Kes, Ph.D selaku Perwakilan ALMI sekaligus Juri untuk STEAM Expo 2026.
Sebagai rangkaian dari STEAM Expo 2026, Sampoerna Academy juga kembali menghadirkan STEAM Competition 2026 pada 7 Maret 2026 di Sampoerna Academy L’Avenue, Jakarta. Pada ajang kompetisi ini, Sampoerna Academy membuka partisipasi bagi siswa dari sekolah lain untuk berkompetisi dan berinovasi melalui pendekatan STEAM. Dengan mencerminkan semangat “Inventing Tomorrow”, diharapkan ajang kompetisi ini dapat melahirkan inovasi dari ide siswa yang diuji, disempurnakan, dan diwujudkan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Informasi selengkapnya mengenai rangkaian STEAM Expo 2026 dapat dicek di tautan https://program.sampoernaacademy.sch.id/steamcompetition/.
“Kami berharap agar kami dapat membekali calon pemimpin Indonesia dengan pola pikir kritis, kreatif, dan keberanian untuk bertindak. Apalagi setelah melihat karya-karya mereka di STEAM Expo 2026, kami yakin mereka akan tumbuh menjadi generasi yang melihat tantangan sebagai peluang untuk menciptakan solusi yang berdampak nyata bagi masa depan bangsa Indonesia,” tutup Mustafa.












