Jakarta, Business Asia – Setelah menikmati libur panjang, banyak orang kembali menghadapi rutinitas dengan aktivitas yang padat. Memasuki awal tahun, semangat untuk menjalani hari dengan lebih baik pun kembali tumbuh, termasuk perhatian terhadap kualitas istirahat yang lebih optimal dibanding tahun sebelumnya.
Salah satunya dengan menciptakan rumah maupun ruang istirahat yang lebih nyaman. Kisah UMKM Shopee “Sukses Berkarya Sebelum 30” kali ini mengangkat Finetrus, UMKM perlengkapan rumah yang didirikan oleh Sandi Purnama pada usia 23 tahun. Berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya kualitas istirahat, Finetrus menghadirkan beragam perlengkapan tidur bermutu tinggi untuk menunjang kualitas tidur para pengguna.
Sandi Purnama, S.T Founder Finetrus, mengatakan “Finetrus lahir dari keinginan sederhana saya, yakni menghadirkan produk bedding, seperti sprei yang nyaman dipakai dan mudah dipadupadankan dengan berbagai gaya interior kamar tidur. Kami ingin setiap koleksi Finetrus selalu relevan dengan tren masa kini. Bergabung dengan Shopee memberi kami ruang untuk melangkah lebih jauh, karena berbagai peluang yang disediakan oleh Shopee telah membuka banyak akses bagi UMKM untuk terus bertumbuh menghadirkan solusi dan produk berkualitas.”
Menapaki perjalanan dari usaha rumahan hingga menjadi UMKM perlengkapan favorit
Perjalanan Finetrus bermula dari aktivitas sederhana yang dilakukan Sandi Purnama semasa kuliah. Ia memasarkan sprei dan sarung bantal secara luring kepada teman-teman terdekat, lalu memperluas jangkauan dengan berjualan di pasar kaget di sekitar tempat tinggalnya.
Dari proses ini, Sandi memperoleh pemahaman langsung tentang kebutuhan konsumen, mulai dari karakter bahan, pilihan warna, hingga standar kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi ketika Finetrus resmi didirikan pada 2019. Sandi melihat ruang tidur sebagai bagian penting dari keseharian yang kerap terabaikan, padahal berperan besar dalam kualitas istirahat dan kesiapan menjalani aktivitas berikutnya. Nama Finetrus terinspirasi dari kata “Fine” yang merepresentasikan kondisi baik dan “Terus” yang mencerminkan keberlanjutan, sejalan dengan visi menghadirkan produk yang relevan dan dapat digunakan secara konsisten.
“Bagi saya, kamar tidur adalah ruang paling personal. Orang membutuhkan tempat untuk benar-benar beristirahat setelah hari yang padat, dan dari situlah Finetrus hadir untuk menemani momen tersebut,” ujar Sandi. Seiring pertumbuhannya, Finetrus memfokuskan pasar pada konsumen usia 25 hingga 35 tahun, khususnya keluarga muda yang mulai memberi perhatian pada kenyamanan sekaligus tampilan kamar tidur.
Komitmen terhadap kualitas diwujudkan melalui penggunaan material seperti microtex, micro tencel, dan katun pilihan yang telah melalui proses seleksi. Seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan, pewarnaan, penjahitan, hingga pengemasan, dijalankan dengan pengawasan mutu yang konsisten untuk memastikan kenyamanan dan daya tahan produk dalam penggunaan jangka panjang.
Cermat menangkap peluang, Finetrus sukses kembangkan usaha bedding di Shopee
Finetrus mulai bergabung dengan Shopee pada 2019, berangkat dari perubahan perilaku konsumen yang kian percaya berbelanja melalui marketplace.
Melihat Shopee sebagai platform yang telah memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan jangkauan luas di Indonesia, Finetrus memutuskan untuk menjadikannya sebagai kanal utama penjualan digital. Keputusan ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan bisnis Finetrus, terutama setelah resmi bergabung sebagai penjual di Shopee Mall.
Tingginya permintaan pasar mendorong Finetrus berekspansi menyeluruh di sisi operasional. Perusahaan meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah stok, memperluas kerja sama dengan vendor, mempercepat proses pengiriman, serta membangun fasilitas produksi sendiri untuk menjaga kualitas produk.
Penambahan tenaga kerja juga dilakukan guna memastikan operasional berjalan lebih efisien. Menurut Sandi, seluruh langkah tersebut tidak terlepas dari dampak positif digitalisasi pemasaran yang dijalankan melalui ekosistem Shopee.
“Sejak bergabung dengan Shopee, penjualan kami menjadi lebih stabil dan jangkauan pelanggan semakin luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Shopee berperan sebagai mitra pertumbuhan digital yang penting dalam perjalanan Finetrus di dunia e-commerce. Berbagai inisiatif, seperti rangkaian kampanye belanja tematik, fitur interaktif Shopee Live dan Shopee Video, serta Shopee Affiliate Program telah berkontribusi signifikan dalam mendukung pertumbuhan Finetrus. Misalnya, pada puncak kampanye Shopee 12.12 Birthday Sale tahun lalu pesanan Finetrus meningkat empat kali lipat dibandingkan hari biasa,” terang Sandi.
Kehadiran fitur Shopee Live dan Shopee Video sangat berjasa dalam mendekatkan hubungan kami dari sisi penjual dengan para pembeli “Untuk produk bedding, kenyamanan tidak bisa sepenuhnya dijelaskan lewat foto. Melalui siaran langsung di fitur Shopee Live, pelanggan dapat melihat langsung tekstur bahan, warna asli, sekaligus bertanya secara real time. Jelas, kedua fitur interaktif ini telah menjadi bagian tulang punggung kanal pemasaran dan penjualan kami,” jelas Sandi.
Sambut 2026, Finetrus dorong evolusi kamar tidur yang nyaman dan estetis
Memasuki 2026, Finetrus merespons tren back from holiday dengan menyajikan inovasi produk yang memadukan fungsi dan estetika, seperti sprei anti-geser, bedcover dua warna (two-tone), hingga koleksi premium berbahan impor yang dirancang untuk memberikan kenyamanan optimal sekaligus tampilan kamar yang lebih modern. Ke depannya, Finetrus berencana memperluas lini produk ke segmen business-to-business (B2B), seperti hotel dan apartemen. Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama Shopee, Finetrus optimistis dapat terus menghadirkan produk lokal berkualitas yang relevan dengan gaya hidup konsumen sekaligus berdaya saing di pasar nasional.
“Bagi kami, Shopee bukan sekadar platform penjualan, tetapi mitra untuk bertumbuh. Shopee memberi ruang bagi Finetrus untuk terus berkembang, berinovasi, dan menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia. Kami berharap perjalanan ini dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak pelaku usaha rintisan untuk berani tumbuh dan beradaptasi di era digital,” tutup Sandi.











