Bogor, businessasia.co.id – Komite Sekolah Menengah Kejuruan Islamic Development Network (SMK IDN) Boarding School mendatangi Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor pada Senin (9/2/2026) pukul 10.00 WIB.
Tindakan ini dilakukan guna mendesak pembukaan akun sekolah guna mengisi data-data siswa yang terpilih untuk mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026 untuk Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
“Kami ingin tahu tindak lanjut dari ‘Mediasi dan Sosialisasi Dapodik Kelas XII’, karena selama ini Dapodik Siswa Kelas XII SMK IDN Boarding School masih sulit untuk mengakses SNBP,” kata Ketua Komite SMK IDN Boarding School, Eko Aprianto ditemui businessasia.co.id pada Senin (9/2/2026).
“Anak-anak sudah mendapat golden ticket untuk mengikuti SNBP, karena akunnya masih dikunci, meminta KCD merekomendasikan agar akun Dapodiknya bisa dibuka lagi, agar anak-anak bisa daftar SNBP.”
Dalam ‘Mediasi dan Sosialisasi Dapodik Kelas XII’ antara SMK IDN Boarding School dengan KCD Pendidikan Kabupaten Bogor ditanyakan penyebab akun sekolah ini dikunci.
Dari pertemuan ini disarankan KCD Pendidikan Kabupaten Bogor kepada SMK IDN Boarding School untuk mengirim surat tentang permintaan pembukaan akun kepada pihaknya.
Suratnya telah diberikan secara langsung oleh Kepala SMK IDN Boarding School didampingi Komite Sekolah pada Senin (9/2/2026) pukul 10.00 WIB.
Eko Aprianto mengungkapkan pada saat yang sama SMK IDN Boarding School melalui tim lain juga menyambangi Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar).
Langkah ini dilakukannya, karena sebelumnya KCD Pendidikan Kabupaten Bogor dan Disdik Jabar saling lempar tangan terkait siapa yang berwenang mengunci akun sekolah.
“Dari KCD tidak menyebutkan alasan penguncian akun sekolah SNPMB Tahun 2026 Jalur SNBP, mereka mempersilakan untuk menanyakan kepada Disdik Provinsi Jabar,” ujar wali santri Musa Kelas XII itu.
Beberapa waktu kemudian, KCD Pendidikan Kabupaten Bogor menyarankan SMK IDN Boarding School menghubungi Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Disdik Provinsi Jabar.
“Setelah kami berbicara KCD bisa merekomendasikan berbicara kepada Kabid Perencanaan Disdik Provinsi Jabar, baru ke Pusdatin Kemdikdasmen (Pusat Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah),” ujarnya.
Penguncian Terkait Kasus
Menyoal penyebab penguncian akun SMK IDN Boarding School, ujar Eko Aprianto, diduga supaya data-data siswa aman. Langkah ini terkait kasus ilegal (tidak memiliki izin) operasional yang dituduhkan kepada SMK IDN Boarding School.
“Mungkin regulasinya seperti itu, tapi saya belum menanyakan ketentuan mana terkait penguncian tersebut,” tuturnya.
Dia membantah penguncian akun SMK IDN Boarding School akan dijadikan pihak lain untuk menukar penyelesaian kasus dugaan ilegal sekolah tersebut dengan KCD Disdik Kabupaten Bogor, Disdik Provinsi Jabar, dan Pelapor.
“Kalau itu nggak, setelah ditanyakan ke KCD Disdik Kabupaten Bogor disebutkan ini kewenangan Disdik Provinsi Jabar, tapi setelah ditanyakan kepada Biro Hukum Disdik Provinsi Jabar dijawab penguncian ini disebut atas nama rekomendasi KCD Disdik Kabupaten Bogor, tapi setelah ditanya kembali ke KCD ini menyebutkan tidak pernah merekomendasikan,” ucapnya.
Kedatangan Komite Sekolah SMK IDN Boarding School didampingi Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut dan operator Dapodik SMK tersebut.
Mereka diterima secara baik oleh staf KCD Pendidikan Kabupaten Bogor yang tahu perihal akun sekolah. Dia menjanjikan penyelesaian persoalan ini akan segera dibantunya pada waktu dekat.
“Alhamdulilah, salahsatu poin terkait KCD Pendidikan Kabupaten Bogor berkomitmen membuka kembali Dapodik SMK IDN Boarding School yang saat ini nonaktif dan sudah disepakati siap membantu,” ucap PLT Kepsek SMK IDN Boarding School, Beny Fitriyanto.
Dengan begitu siswa-siswa akan bisa mengakses akun untuk melakukan pendaftaran SNBP Tahun 2026. Jadi, masalah ini bisa cepat selesai, sehingga tidak mengorbankan prestasi mereka.
“Pemerintah dalam hal ini berpihak kepada siswa kita agar mereka bisa melanjutkan dan belajar dengan nyaman neraih goal-goal yang mereka inginkan,” tuturnya.
Operator Dapodik SMK IDN Boarding School, Rahman mengungkapkan dia tidak bisa memasukan data-data 73 siswa eligible yang mau mendaftarkan diri ke perguruan tinggi (PT). Kondisi ini akibat akun sekolah tidak bisa diakses oleh dirinya sejak 25 November 2025.
“Dua hari kemudian ada pertemuan difasilitasi KCD Disdik Kabupaten Bogor pada November 2025. Saya menanyakan kepada fasilitator Disdik Jabar mengapa akun ini tidak bisa diakses, dijawab karena alasan hukum, sehingga diminta untuk segera mendatangi KCD,” ucapnya.
Penyebab penguncian akun SMK IDN Boarding School disebutkan fasilitator Disdik Jabar lantaran kasus hukum berupa tudingan ilegal izin operasional belum selesai. Langkah ini merupakan arahan dari Disdik Jabar.
“Tidak ada pemberitahuan penonaktifan akun sekolah melalui surat, langkah ini hanya dilakukan melalui lisan,” tuturnya.
Gemuruh Orangtua
Eko Aprianto mengaku dia sempat tidak peduli dengan penguncian akun SMK IDN Boarding School. Pasalnya, ini dianggap tidak akan menimbulkan persoalan bagi para siswa.
“Begitu kami mau mengakses sebagai bagian dari persyaratan tentang SNPMB pada bulan Januari kemarin, maka perlu akun diaktifkan sebagai syarat mengisi, karena mau verifikasi mengalami kesulitan, karena syaratnya data dapodik harus sinkron ternyata gak bisa,” ujarnya.
Keadaan tadi membuat gemuruh para orangtua siswa dan meminta Komite dan SMK IDN Boarding School menyelesaikan persoalan tersebut. Begitupula siswa-siswa mendesak orangtua mengaktifkan akun sekolah.
“Kita nge-push supaya kasus ini selesai, siapa berwenang mengaktifkan kembali dari kunci ini kita cari tahu ternyata harus datang ke KCD minta surat rekomendasi akunnya minta dibuka, ini yang kita lakukan hari ini, hari ini ada titik terang rekomendasi sudah dilakukan untuk KCD,” ujarnya.
“Kami sebagai orangtua ingin persoalan ini cepat selesai kami berterima kasih atas upaya pemerintah dalam hal ini KCD membantu dan menaungi kami, selayaknya orangtua yang mengasuh anak-anaknya untuk mengarahkan yang sangat bijak, kami sudah dipenuhi hak-haknya selama ini.”
Walaupun demikian, sebagian para santri dikabarkan tetap semangat mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang sedang dijalani di tempatnya masing-masing. Mereka sedang menunggu pembukaan akun tersebut untuk segera melakukan pendaftaran SNPMB Tahun 2026 Jalur SNPB.
“Sebagian anak-anak mulai stres,” tuturnya.
Menyinggung pelibatan penasihat hukum terkait penguncian akun, ujar Eko Aprianto, karena ranahnya belum ke situ atau masih bisa ditangani dan dimediasi.
“Kalau sudah deadlock, hak-hak kita dirampas, harusnya selesai Jumat ini. Kami meminta hak kami sesuai peruntukannya,” tuturnya.
Pada sisi lain dia mengemukakan para siswa SMK IDN Boarding School Pamijahan dapat beradaptasi melakukan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di Jonggol. Sebab, mereka sudah terbiasa belajar di mana saja.
“Program-program yang diberlakukan di sekolah untuk keluar sekolah mencari potensi anak-anak itu, misalnya edurace dan business survival,” ujarnya.
Kondisi KBM di Pamijahan dan Jonggol dinilai tidak berbeda lantaran berlatarbelakang alam seperti keberadaan saung. Untuk tempat belajar diakui tidak sama yakni di Jonggol terdapat gedung.
“Anak-anak biasa sudah under pressure (ditekan), biasa keluar dan nyari solving sendiri dengan masalah itu. Sejak SMP sudah didesain mandiri. Kamu temukan masalah, segera selesaikan. Jadi anak-anak didesain nggak manja,” tuturnya.
“Perpindahan ini nggak ada culture shock, kaget di awal karena lingkungan baru, teman baru, suasana baru. Ketika berjalan beberapa hari sudah biasa.” (adm)











